Rabu, 08 April 2026

PERJALANAN | PETILASAN RADEN PAPAK

 


PERJALANAN | PETILASAN RADEN PAPAK Di wilayah bagian timur Kabupaten Garut tepatnya di Kampung Cinunuk Hilir, Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja terdapat salah satu situs cagar budaya yang sering dikunjungi masyarakat untuk keperluan ziarah. Situs cagar budaya tersebut yaitu Makam Cinunuk. Tempat tersebut kini telah menjadi bagian dari cagar budaya yang tercatat pada Badan Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta dan Lampung, yang dilindungi berdasarkan UU RI. No. 5/1992 Tentang Benda Cagar Budaya (TBCB). Untuk sampai ke Situs Makam Cinunuk, dari pusat kota Garut dapat ditempuh kurang lebih setengah jam dengan menggunakan jasa transportasi umum atau kendaraan pribadi lewat alun-alun Kecamatan Wanaraja. Sementara, bagi mereka yang datang dari wilayah Bandung, Jakarta maupun sekitarnya, setelah tiba di Kecamatan Kadungora-Leles, dapat menggunakan jalur alternatif Leuwigoong-Banyuresmi menuju arah kawasan wisata Situ Bagendit. Adapun untuk mereka yang datang dari arah Jawa, Cirebon, Ciamis, Tasikmalaya dan sekitarnya dapat menggunakan jalur Cibatu-Wanaraja. Setelah tiba di pusat alun-alun Kecamatan Wanaraja, kemudian sampailah ke Situs Makam Cinunuk sejauh satu kilometer dengan durasi waktu lima hingga sepuluh menit. Bagi mereka yang menggunakan kendaraan umum sejenis angkutan kota dan yang lainnya, sesampai di pusat alun-alun Kecamatan Wanaraja, dapat menggunakan jasa ojek maupun delman yang beroperasi selama 24 jam. Situs Makam Cinunuk merupakan bagian dari benda budaya. Di situs ini terdapat makam Raden Wangsa Muhammad yang dikenal oleh masyarakat dengan nama Pangeran Papak. Pangeran Papak dipercaya sebagai salah satu penyebar agama Islam (wali) di wilayah Garut. Sebagai bentuk penghormatan terhadap penyebar agama Islam, kini makamnya dijadikan tempat penziarahan, baik oleh masyarakat setempat maupun masyarakat luar. Tempat penziarahannya dikelola pihak keluarga secara turun temurun dari berbagai generasi.

Sebagai warisan budaya dari leluhurnya, ziarah di Situs Makam Cinunuk menurut Raden Agus yang merupakan salah seorang keturunan Pangeran Papak, juga sebagai penjaga makam (kuncen) mengungkapkan bahwa mengelola penziarahan adalah “lain migusti, tapi mupusti “ (bukan mentuhankan, tetapi melestarikan). Pangeran Papak merupakan keturunan Raja Pajajaran Prabu Siliwangi. Dalam buku ”Sajarah Asal-usul Balubur Limbangan anu Ngarunday ka Djayadiwangsa (1988) Pangéran Papak adalah putera dari Raden Kyai Juari. Nasabnya ke atas sampai kepada Prabu Laya Kusumah (Putera Prabu Siliwangi/Sri Baduga Maharaja). Gelar papak dialamatkan kepada Raden Wangsa Muhammad karena memang semasa hidupnya, beliau mempunyai sifat tidak membeda-bedakan siapapun. Sebagaimana yang diungkapkan Raden Aom Suparan, salah satu keturunannya yang sehari-hari sebagai kuncén juga mengungkapkan arti papak. “Ari papak téh sipat anjeuna. Arti papak téh rata, janten istlilahna teu ngawilah-wilah, teu cueut kanu hideung teu ponténg kanu konéng, teu cacah teu ménak, teu aya kaistimewaan ieu mah ménak, ieu mah cacah, sipatna kitu.” (Papak itu adalah sifat beliau. Arti papak adalah rata, tidak membeda-bedakan antara orang kaya maupun orang miskin). Hal serupa juga pernah diungkapkan oleh salah satu keturunannya yaitu Raden Alan bahwa, “Papak di dinya hartosna jalmi wijaksana, teu ningali luhur pangkat. Teu ninggali cacah, bocah, diratakeun sadayana. Kapungkur tindak tanduk, prilaku anjeunna ngahormat ka sasama manusa, teu ngabentenkeun jalma Islam, Kristen, Hindu, jeung sajabana. Janten istilahna papak téh rata, sami.

Dimana tindak, tagog, kewijakan sagala rupina téh disamikeun salaku manusa.” (Papak artinya adalah orang yang bijak, tidak melihat tinggi pangkat jabatan. Tidak melihat orang kaya maupun miskin. Perilakunya menghormati sesama manusia, baik yang beragama Islam, Kristen, Hindu, maupun yang lainnya. Jadi istilah papak yaitu rata, seimbang, dimana tindakan dan perilaku serta kebijakan terhadap semua manusia tidak dibeda-bedakan). Arti papak sebagaimana yang diungkapkan oleh beberapa keturunannya di atas merupakan arti yang sebenarnya, bukan arti papak yang berkembang dalam mitos masyarakat sebagai orang yang mempunyai ukuran jari-jari tangan yang sama dan rata. #Raden_Papak #Wangsa_Muhammad

Minggu, 29 Maret 2026

PULAU ONRUST, MARIA VAN DE VELDE



MISTERI PULAU ONRUST, MENYEMPURNAKAN MARIA VAN DE VELDE Sebuah kisah perjalanan, kisah misteri Tarikan batin Pulau Onrust, Jajaran Kepulauan Seribu, Jakarta Bersenda gurau dengan MARIA VAN DEVELDE Pulau Onrust sebelum mendoakan beliau pergi ..... ....... MARIA VAN DEVELDE Mayatnya dikubur, walaupun ia pantas hidup bertahun-tahun lamanya, seandainya Tuhan berkenan demikian. Namun rupanya, Jehova menghalangi itu dengan kematian(nya). Maria hilang, Maria tiada lagi! Bukan! Saya tarik kembali kata itu. Karena diucapkan tanpa pikir panjang. Maka, semoga kelancanganku langsung didenda! Kini Maria baru sungguh-sungguh hidup,sejak hidup dekat dengan Tuhannya. Lahir di Amsterdam, 29 Desember 1693. Ia meninggal di Onrust pada 19 November 1721. Usia 28 tahun saat meninggal dunia. Editing dan kameramen @ariestzumma dan kevin #Kiyudi #Onrust #Kisah_Misteri #Pulau_OnruST

PERAHU OLENG, OMBAK TINGGI "MISTERI PULAU ONRUST"


MISTERI PULAU ONRUST, MENYEMPURNAKAN MARIA VAN DE VELDE Sebuah kisah perjalanan, kisah misteri Tarikan batin Pulau Onrust, Jajaran Kepulauan Seribu, Jakarta Bersenda gurau dengan MARIA VAN DEVELDE Pulau Onrust sebelum mendoakan beliau pergi ..... ....... MARIA VAN DEVELDE Mayatnya dikubur, walaupun ia pantas hidup bertahun-tahun lamanya, seandainya Tuhan berkenan demikian. Namun rupanya, Jehova menghalangi itu dengan kematian(nya). Maria hilang, Maria tiada lagi! Bukan! Saya tarik kembali kata itu. Karena diucapkan tanpa pikir panjang. Maka, semoga kelancanganku langsung didenda! Kini Maria baru sungguh-sungguh hidup,sejak hidup dekat dengan Tuhannya. Lahir di Amsterdam, 29 Desember 1693. Ia meninggal di Onrust pada 19 November 1721. Usia 28 tahun saat meninggal dunia. Editing dan kameramen @ariestzumma dan kevin #Kiyudi #Onrust #Kisah_Misteri #Pulau_OnruST

MENDAKI GUNUNG KAPUR | SINGA GHAIB DI PUNCAK GUNUNG


MENDAKI GUNUNG KAPUR | SINGA GHAIB DI PUNCAK GUNUNG MERAH PUTIH | UPACARA DIRGAHAYU RI DI GUNUNG KAPUR | GUNUNG PEYEK Penelusuran kami setelah yang pertama bersama tim Selebrita trans 7 Gunung Kapur, Gunung Peyek Gunung Peyek merupakan sebuah objek wisata alami di Bogor, Jawa Barat. Berbeda dengan kebanyakan gunung lainnya yang besar dan menjulang tinggi, bentuk Gunung Peyek justru menyerupai bukit. Gunung ini terbentuk dari bebatuan karang yang belum diketahui asal-usulnya. Puncak gunung mengerucut menyerupai kukusan sehingga masyarakat kerap menyebutnya Gunung Kukusan. ----------------------------- Letusannya Setara 2 Miliar Kali Bom Atom Hiroshima Banyak jawaban yang diberikan, tapi kini argumentasi yang menguatkannya adalah letusan besar Krakatau 535 M. K. Wohletz, seorang ahli vulkanologi di Los Alamos National Laboratory, Amerika Serikat, telah melakukan serangkaian penelitian letusan Krakatau 535. Hasil simulasinya menunjukkan betapa dahsyatnya letusan itu. Letusan sebesar itu telah melontarkan 200 km3 magma (bandingkan dengan Krakatau 1883 yang melontarkan magma sejumlah 18 km3). Letusan Krakatau 535 M berlangsung selama sepuluh hari, tetapi letusan puncaknya berlangsung selama 34 jam dan menghasilkan kawah berukuran antara 40-60 km. Kecepatan bahan yang dimuntahkan (mass discharge) sebesar 1 miliar kg/detik. Awan letusan (eruption plume) telah membentuk perisai di atmosfer setebal 20-150 m, dan menurunkan temperatur 50-100 C selama 10-20 tahun. Bencana tersebut telah mendatangkan wabah sampar yang mendunia, gagal panen, dan revolusi. Kekurangan pangan membuat kaum barbar bermigrasi dan menyerang kemana-mana. Pada saat itu di Eropa terjadi transmutasi Kerajaan Romawi ke Kerajaan Bizantium, kejayaan Persia Purba, dan Arabia Selatan berakhir. Sementara di bagian dunia lainnya, misalnya di Benua Amerika seperti peradaban Nazca yang penuh teka-teki, Metropolis Teotihuacan, dan kota besar Maya Tikal berakhir. Jadi pasca letusan Krakatau 535 M tersebut membuat dunia dalam keadaan keos (chaos). Matahari dan bulan bersinar lebih redup karena tertutup debu vulkanik selama 18 bulan, menyebabkan perubahan iklim global. Dampak Letusan Krakatau 535 M sangat besar dan di Eropa saat itu, istilah “Dark Age” bukan hanya menunjukkan "gelap" dalam arti sesungguhnya, tetapi juga menunjukkan arti lain sebagai kemunduran peradaban. Sementara di kawasan lainnya seperti di Arabia disebut periode "Jahiliyah".

YOGYAKARTA, SEPENGGAL KISAH, KIYUDI


Dalam perjalanan ziarah kami singgah sejenak di Kota yang indah dan eksotis Yogyakarta dan teman'' kami membuatkan sebuah Dokumenter YOGYAKARTA, SEPENGGAL KISAH, KIYUDI Daerah Istimewa Yogyakarta atau biasa disingkat dengan DIY adalah salah satu daerah otonom setingkat provinsi yang ada di Indonesia. Propinsi ini beribukota di Yogyakarta. Dari nama daerah ini yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta sekaligus statusnya sebagai Daerah Istimewa. Status sebagai Daerah Istimewa berkenaan dengan runutan sejarah berdirinya propinsi ini, baik sebelum maupun sesudah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurut Babad Gianti, Yogyakarta atau Ngayogyakarta (bahasa Jawa) adalah nama yang diberikan Paku Buwono II (raja Mataram tahun 1719-1727) sebagai pengganti nama pesanggrahan Gartitawati. Yogyakarta berarti Yogya yang kerta, Yogya yang makmur, sedangkan Ngayogyakarta Hadiningrat berarti Yogya yang makmur dan yang paling utama. Sumber lain mengatakan, nama Yogyakarta diambil dari nama (ibu) kota Sanskrit Ayodhya dalam epos Ramayana. Dalam penggunaannya sehari-hari, Yogyakarta lazim diucapkan Jogja(karta) atau Ngayogyakarta (bahasa Jawa). Sebelum Indonesia merdeka, Yogyakarta sudah mempunyai tradisi pemerintahan karena Yogyakarta adalah Kasultanan, termasuk di dalamnya terdapat juga Kadipaten Pakualaman. Daerah yang mempunyai asal-usul dengan pemerintahannya sendiri, di jaman penjajahan Hindia Belanda disebut Zelfbesturende Landschappen. Di jaman kemerdekaan disebut dengan nama Daerah Swapraja. Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat berdiri sejak 1755 didirikan oleh Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sultan Hamengku Buwono I. Kadipaten Pakualaman, berdiri sejak 1813, didirikan oleh Pangeran Notokusumo, (saudara Sultan Hamengku Buwono II ) kemudian bergelar Adipati Paku Alam I. Baik Kasultanan maupun Pakualaman, diakui oleh Pemerintah Hindia Belanda sebagai kerajaan dengan hak mengatur rumah tangga sendiri. Editing: Muktafi (Aulia 55 cell) #Kiyudi #Yogyakarta #Sepenggal_Kisah

TENGGELAM DI SUNGAI BRANTAS


TENGGELAM DI PUSARAN SUNGAI BRANTAS Kisah .... kami (kiyudi) sewaktu kecil ... TENGGELAM DI PUSARAN SUNGAI BRANTAS hampir hilang ... diseret ke dalam arus deras kali/sungai brantas #sungaibrantas #Tenggelam_disungai #Terseret_arus

ILMU HARIMAU (FILM)


Film Pendek .... ILMU HARIMAU (The Series) ... Khodam Harimau Berdasar cerita nyata pribadi ... dan pemain ... yang kami aplikasikan dalam cinematic, Dramatic ... Energi Harimau itu ... Film ini merupakan gerakan batin ... dan panggilan Batin masih adakah ilmu ini ... pelaku di jaman millenial ini ... Sisi Budaya ... Supranatural ... yang masih tabu bagi rakyat Indonesia .... Sisi wibawa dari dunia lain ........ sisi leluhur... yang tak bisa ditolak .... Crew: -Fiki Firmanto -Kiyudi -Harry -Muktafi Setyawan -Chavia Zagita -Ki Jagad Ervan -Khalik Kantau -Reza -Joko Saputra Berawal dari grup WA kami .... tiba-tiba tercetus ide membuat film Supranatural .... yang di garap apik, cantik dan memukau ... bak tim yang profesional... energi di film ini menyebabkan gatal ... bagi yang sensitif (Kami terbuka kalau ada pihak-pihak yang bekerjasama sponsor ... Endorse ... Talent .... film .... buku ... novel ...merchandise ... dll Hubungi: Kiyudi WA : 0816 1830337 #Ilmu_Harimau​ #Khodam_Harimau​ #Pembangkitan_Khodam

PERJALANAN | PETILASAN RADEN PAPAK

  PERJALANAN | PETILASAN RADEN PAPAK Di wilayah bagian timur Kabupaten Garut tepatnya di Kampung Cinunuk Hilir, Desa Cinunuk, Kecamatan W...